{"id":10,"date":"2011-12-07T06:24:00","date_gmt":"2011-12-07T06:24:00","guid":{"rendered":"http:\/\/makbarmakbar.net\/wp\/?p=10"},"modified":"2013-03-15T18:42:00","modified_gmt":"2013-03-15T18:42:00","slug":"mocca-rockumentary-life-keeps-on-turning","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/makbarmakbar.net\/wp\/mocca-rockumentary-life-keeps-on-turning\/","title":{"rendered":"Mocca Rockumentary: Life Keeps on Turning"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-ywDgcSL7joQ\/Tt8Hf8U5UTI\/AAAAAAAAAyw\/-46Ril5vgmM\/s1600\/Mocca%2Brockumentary%2BMuhammad%2BAkbar.jpg\"><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-ywDgcSL7joQ\/Tt8Hf8U5UTI\/AAAAAAAAAyw\/-46Ril5vgmM\/s400\/Mocca%2Brockumentary%2BMuhammad%2BAkbar.jpg\" border=\"0\" alt=\"\"><\/a><\/p>\n<div><\/div>\n<div>My video for &#8220;I Would Never (live)&#8221; will be featured on this rockumentary<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<p>Mocca adalah Arina (vokal dan flute), Riko (gitar), Toma (bass) dan Indra (drum). Sebuah band story-telling asal Bandung yang sukses menelurkan 5 album sepanjang perjalanan musiknya: My Diary (2002), Friends (2004), OST Untuk Rena (2005), Colours (2007), dan Mini Album (2010).<\/p>\n<p>Band yang terbentuk tahun 1999 ini dikenal dengan lagu-lagu andalannya, Secret Admirer, Me and My Boyfriend, dan I Remember. Band dengan nuansa musik swing, indie, pop, waltz, folk, jazz dan kadang bossa nova ini tak terasa sudah 12 tahun mewarnai dunia musik tanah air.<\/p>\n<p>Singkat cerita, pertengahan Juli lalu, Mocca memutuskan untuk vakum karena Arina, akhirnya memutuskan menikah dan tinggal bersama suaminya, Cris Miller, di Amerika Serikat.<\/p>\n<p>\u201cIde untuk membuat film ini muncul dari keinginan kami saja, untuk mendokumentasikan momen konser terakhir mereka. Kami tahu akan kapasitas dan nama besar band ini, sehingga sangat sayang jika momen ini terlewat begitu saja,\u201d ujar Ari Rusyadi, salah satu sutradara dari film ini.<\/p>\n<p>Salah satu lagu dalam album My Diary, \u201cLife Keeps on Turning\u201d pun dipilih sebagai judul film, karena menurut Ari dkk, lagu ini sangat pas dengan momen yang dialami Mocca saat itu.<\/p>\n<p>\u201cMakna lagunya kan kayak seseorang yang meninggalkan orang yang disayanginya, tapi kepergian orang itu cuma merupakan fase hidup yang biasa terjadi, kita harus bisa move on dan menjalani hidup seperti biasa. Nggak bisa kita stuck di momen itu, kami sih menganggap judul lagu ini sangat cocok buat judul filmnya, di mana mocca vakum karena ada kepentingan masing-masing personel,\u201d Ari menambahkan.<\/p>\n<p>Film dokumenter musik yang berdurasi 80 menit ini berhasil meng-capture secara visual momen terakhir Mocca di atas panggung maupun di luar panggung. Film ini pun siap mengajak penonton untuk bernostalgia sekaligus menunjukan bahwa band ini memang dicintai dan diapresiasi banyak orang.<\/p>\n<p>Lebih lanjut film ini diharapkan bisa memberikan inspirasi bahwa Mocca adalah 4 orang yang melakukan apa yang mereka suka, dengan tekun dan fokus sampai akhirnya mereka berhasil mengambil hati pecinta musik Indonesia dengan karya-karyanya.<\/p>\n<p>Film ini melibatkan banyak filmmaker muda dari Jakarta dan Bandung, termasuk kawan-kawan Swinging Friends. Film produksi perdana Good News Film ini disutradarai oleh Ari Rusyadi and Nicholas Yudifar. Ari, seorang filmmaker yang baru saja merampungkan film \u201cJakartarck\u201d, yang sukses diputar perdana di Bike Film Festival, di New York, tahun ini dan sedang melakukan roadshow di 50 kota seluruh dunia bersama Bike Film Festival tadi. Sedangkan Nicho dikenal dengan karya film pendeknya, berjudul \u201cKabar Gembira\u201d, yang menang dalam ajang Kodak Student Film Competition juga \u201cTitik Nol\u201d yang juga terpilih dalam beberapa festival film internasional. selain itu di film ini terdapat video buatan dari 3 video artists ternama dari Bandung dan Jogja, yaitu Yusuf Ismail dan Muhammad Akbar serta juga videorobber.<\/p>\n<p>Mocca Rockumentary: Life Keeps on Turning rencananya akan tayang perdana dalam event Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) di Jogjakarta, 15 dan 17 Desember 2011. Selanjutnya, film ini akan didistribusikan secara independen dan akan digelar pemutaran di beberapa kota besar secara terbuka.<\/p>\n<p><strong>And here are the crews!<\/strong><\/p>\n<p><strong>Producers <\/strong><br \/>Ari Rusyadi, Vira Yudha<br \/><strong>Associate Producers <\/strong><br \/>Anggun Priambodo, Didya Adakita<br \/><strong>Line Producer<\/strong><br \/>Chacha Rasyidi Ariefiansyah<br \/><strong>Directors<\/strong><br \/>Ari Rusyadi, Nicholas Yudifar<br \/><strong>Camera Persons<\/strong><br \/>Yudhistira Purwanto, Ahmad Hasan Yuniardi, Hani Fauzia Ramadhani, Patar Prabowo, Ranggi Arohmansari, Carten Nulagraha, Lingga Murni Andarini, Teguh Rahmadi, Didya Adakita, Ari Rusyadi, Chacha Rasyidi Ariefiansyah, Nicholas Yudifar, Mechsura Wijil K., Chamelia, Efi Sri Handayani, Toma Pratama, Meicy Sitorus, Agung iRockumentary dan 7 orang Swinging Friends lainnya yang namanya tidak mau disebut.<br \/><strong>Sound Designer <\/strong><br \/>Satria A. Anggapradja<br \/><strong>Editors<\/strong><br \/>Ahmad Hasan Yuniardi, Syauqi Tuasikal<br \/><strong>Assistant Editor<\/strong><br \/>Lukman \u2018Komplek\u2019 Fauzie<br \/><strong>Video Artist<\/strong><br \/>Muhammad Akbar, Yusuf Ismail, Videorobber<br \/><strong>DIT<\/strong><br \/>Dida<br \/><strong>Poster &#038; Design<\/strong><br \/>Abilaksono<\/p>\n<p>For further information, contact us!<br \/>Ari Rusyadi<br \/>Nicho Yudifiar<br \/>Lingga Murni<\/p>\n<p>Or visit our official page at:<br \/><a href=\"http:\/\/moccarockumentary.tumblr.com\/\">http:\/\/moccarockumentary.tumblr.com\/<\/a><br \/><a href=\"http:\/\/www.facebook.com\/moccadocumentary\">http:\/\/www.facebook.com\/moccadocumentary<\/a><\/p>\n<p>Thank you!<\/p>\n<p>source: http:\/\/majalahcobra.com\/<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>My video for &#8220;I Would Never (live)&#8221; will be featured on this rockumentary Mocca adalah Arina (vokal dan flute), Riko (gitar), Toma (bass) dan Indra (drum). Sebuah band story-telling asal Bandung yang sukses menelurkan 5 album sepanjang perjalanan musiknya: My Diary (2002), Friends (2004), OST Untuk Rena (2005), Colours (2007), dan Mini Album (2010). Band [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-10","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-exhibition-screening"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/makbarmakbar.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/makbarmakbar.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/makbarmakbar.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/makbarmakbar.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/makbarmakbar.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/makbarmakbar.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":169,"href":"https:\/\/makbarmakbar.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10\/revisions\/169"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/makbarmakbar.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/makbarmakbar.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/makbarmakbar.net\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}